Kamis, 06 Februari 2014

Esensi Amanah

Assalamu'alaikum..wr..wb...

Sungguh terlintas di benak, awal tulisan ini ingin kumulai dengan suapan rindu sebagai sarapan jiwa yang terkadang lapar karena tak sempat menoleh sajian lezat bernama pertemuan, ya.. pertemuan dengan sosok sholeh/ah yang menginspirasi seluruh komponen lahir dan bathinku di sebuah dimensi perbaikan bernama "Kampus".

Apa kabarmu amanah?
masihkah leluasa membersamai pemilik rintihan kalbu jika kemanusian tercoreng corak durjana, lebih dari itu masih bertahankah kau di sela impian para pejuang yang lelah tapi berpura-pura tak mengenal lelah atas nama redho dan ikatan hati yang akan dijuntai sampai negeri impian bernama Syurga^^

sejenak aku teringat sebuah pesan singkat beberapa hari kemaren yang dikirim adik shalihatku yang sedang menghabiskan sisa liburannya di kampung bersama ruhiyah yang diprioritaskan demi tertunainya birrulwalidain. Insyaallah semua masih sesuai target mutaba'ah kan dinda?^^
kira-kira ini isi sms adik shalihatku itu "Aslm..wr..wb.., kak, adk merasa tak betah dan tak layak memegang amanah ba..bla..bla ila akhir"(sms persisnya tak saya publish ya...^^)

Sebuah kewajaran jika diri merasa tak pantas dalam memikul amanah (besar atau kecilpun menurut logika kita sebagai manusia). tapi musti sama-sama kita luruskan bahwa kedalaman kata AMANAH itu adalah bentuk PERCAYA, bentuk percayanya Allah pada kita, bentuk percayanya saudara pada kita, bentuk percayanya pemimpin pada kita bahkan tuntutan percaya diri kita sendiri akan sebuah kekuatan luar biasa yang apabila dipendam akan membeku bersama pendalaman hukum inersia^^.

Hanya bisa dijalani dengan upaya kesungguhan bahwa terkadang amanah yang membuat bingung inilah yang mendewasakan, yang dapat menjadikan kita selalu berusaha memanfaatkan sejumlah waktu yang tersedia dengan kebaikan, atau setidaknya mengurangi masuknya pekerjaan sia-sia selain kebaikan.

memperbanyak syukur karena Allah telah menyelamatkan kita dari segala aktivitas konyol. seperti kata seseorang yang sangat menginspirasiku " bersyukur itu menjalin jiwa agar senantiasa dipilih  berkumpul dengan orang-orang yang selalu berupaya mengingat Allah, atau pilihan kedua bersyukur itu yang menguatkan keyakinan kita berada di jalan perjuangan ini"

Agar tak salah niat atau makin membuat kabur tatapan bathin ingat sajalah bahwa yang kita lakukan ini adalah kerja-kerja akhirat, jadi jangan ragu lagi. Allah itu tetap masih sangat Pengasih, maka kokohkanlah keyakinan kita masing-masing. Insyaallah Dia akan menolong dan memberi jalan terbaik untuk setiap persoalan kita dalam memperjuangkan Ad-din yang sungguh sangat mulia ini. Allahuakbar!!!

AMANAH:
-Membuat kita mudah menangis
-Mudah meminta pada Allah
-Mudah melembutkan hati

sebenar-benar kedekatan pada Allah. Insyaallah..

pekanbaru, 6 feb 2014
for you dinda shalihat, tentunya setelah aku mengingatkan diri sendiri, diri sendiri, diri sendir, dan orang lain

2 komentar:

  1. benar banget k, saat kebingungan mencari arah saat itulah belajar tentang segalanya...
    semoga allah menguatkan hati dan pikiran dan selalu menguatkan pundak ini dengan segala macam tarbiah dari Nya..
    kangen kaka :)

    BalasHapus
  2. Iya adkku...semoga Allah limpahkan keistiqomahan untuk kita.. Saling mendoakan ya dinda shalihatku..

    BalasHapus