Semoga coretan kali ini merupakan bagian penuntasan keresahan atas segala minus kepribadian dihadapan-Nya.
Semoga juga selepas menumpahkan isi otak ini kutemukan kembali sinar terang yang kini kurasa kian redup,
harapan bertahan yang menjadikan aku selalu berupaya menuntaskan segala hutangku padajiwa, lebih-lebih pada usahaku untuk tetap bertahan mendapat perhatian dari-Nya.
Allahu Robbi, sepintas kurasa ingin berlari jauh dari semua ini, berlari di suatu tempat luas yang tatapanku hanya fokus pada ujung, ujung yang tak terlihat. hingga aku lelah dan tersungkur, menatapkan wajah sombong ini pada langit-Mu yang bertingkat-tingkat itu, kemudian kuperas sekuat-kuatnya hati bengalku agar tersadar bahwa Engkau lah satu-satunya pemilik keputusan pasti, keputusan yang jauh lebih indah dari apa yang kubayangkan. Setelah itu aku ingin menoleh sebentar saja pada jurang yang hampir selangkah lagi akan membuatku jatuh sejauh-jauhnya. Jatuh dan tak termaafkan oleh siapapun, oh...ternyata, selangkah ini yang menyadarkanku, selangkah ini yang mengetuk keras pintu hatiku bahwa Engkau juga punya murka, Engkau juga punya balasan lain selain keindahan... Astaghfirullah.... ampunan-Mu segalanya wahai Pemilik Kerajaan langit dan bumi.
Apapun dosaku, ampunan-Mu kurasa masih ada, masih tersediakah untukku ya Robb?
sesungguhnya aku tetap ingin bersama-Mu, meski buktiku belum pantas membayar impianku. tapi kan kupaksa komponen titipan-Mu ini, untuk berupaya mendekati-Mu sedekat-dekatnya.
Pekanbaru, 130214
Tidak ada komentar:
Posting Komentar