Rabu, 08 Januari 2014

senyumku, hakmu:-)



Bismillahirrahmanirrahim…
Disertai dengan segala bentuk keresahan jiwa,  kelesuan jasad, keterkikisan harapan dan aku tidak ingin juga iman inipun rapuh mengikuti ritme kealpaanku.

Robbi tunjuki selalu segala yang Engkau titipkan pada diri ini agar senantiasa berbuat yang terbaik.
Aku rasa cukup tak layak bersimpuh separuh mau pada-MU, begitu banyak mauku, tapi begitu minimnya usahaku mendekati-Mu. Aku hanya bisa berkilah mendikte bathin agar aku dapat mewujudkan apa yang tak seharusnya kupaksa terwujud. Ah barangkali aku mulai sadar, semua ini adalah sisi kemanusiaanku. Tapi lagi2 salah menurut hati kecilku.

Allah… kuatkan jiwa ini. Jangan biarkan aku goyah dalam semangat yg susah payah kubangun.
Sebenarnya tak ada alasan jelas yang patut kujadikan alasan kenapa airmata ini makin tak terbendung,  makin menjadi di saat sang guru mengutaraakan betapa banyak hak2 saudara kita yang kadang kita abaikan, hak senyum manis dari kita. Bukankah seharusnya setiap bertemu dengan siapapun kita wajib setor muka paling manis dengan senyum paling tulus yang mengubur dalam semua gundah yang hanya kita dan DIA yang tahu, ya… itu seharusnya. Namun kenyataannya aku masih harus banyak membenahi maunya bthinku. Robbi…Engkau Segalanya yang memantau jejeran inginku yang begitu banyak untuk mereka.
Ajari aku untuk tetap mempeduliakan disisa yakin yang akupun sudah tak bisa menjaganya

Pekanbaru,20 des 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar