Bismillahirrahmanirrahim…
Disertai dengan segala bentuk keresahan jiwa, kelesuan jasad, keterkikisan harapan dan aku
tidak ingin juga iman inipun rapuh mengikuti ritme kealpaanku.
Robbi tunjuki selalu segala yang Engkau titipkan pada diri
ini agar senantiasa berbuat yang terbaik.
Aku rasa cukup tak layak bersimpuh separuh mau pada-MU,
begitu banyak mauku, tapi begitu minimnya usahaku mendekati-Mu. Aku hanya bisa
berkilah mendikte bathin agar aku dapat mewujudkan apa yang tak seharusnya
kupaksa terwujud. Ah barangkali aku mulai sadar, semua ini adalah sisi
kemanusiaanku. Tapi lagi2 salah menurut hati kecilku.
Allah… kuatkan jiwa ini. Jangan biarkan aku goyah dalam
semangat yg susah payah kubangun.
Sebenarnya tak ada alasan jelas yang patut kujadikan alasan
kenapa airmata ini makin tak terbendung,
makin menjadi di saat sang guru mengutaraakan betapa banyak hak2 saudara
kita yang kadang kita abaikan, hak senyum manis dari kita. Bukankah seharusnya setiap
bertemu dengan siapapun kita wajib setor muka paling manis dengan senyum paling
tulus yang mengubur dalam semua gundah yang hanya kita dan DIA yang tahu, ya…
itu seharusnya. Namun kenyataannya aku masih harus banyak membenahi maunya
bthinku. Robbi…Engkau Segalanya yang memantau jejeran inginku yang begitu
banyak untuk mereka.
Ajari aku untuk tetap mempeduliakan disisa yakin yang akupun
sudah tak bisa menjaganya
Pekanbaru,20 des 2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar