Bismillahirrahmanirrahim…
Serupa dengan munculnya matahari pagi ini, masih menandakan
kita diberi kesempatan untuk memperbaiki semua kesalahan yg dilakukan hari2
kemaren. Serupa dengan sebentuk kerinduan yang sengaja kujaga rapi untuk pertemuan selanjutnya yg lebih menyuburkan iman, menambah manisnya
senyum, membumbui tawa yang terselubung keakraban, menilai tetesan bening yang
sesekali hadir karena dosa makin menumpuk.
Setidaknya masih berbekal rasa bersalah pada Allah atas
nikmat yang belum sempat kita syukuri karena mata dan hati terbutakan oleh
kilau nikmat baru yang barangkali sebuah ujian penguat iman.
Adakah lagi kendala yang kadang membuat bosan menghadiri
perjumpaan itu? Semoga tidak… karena disela-sela perjuangan keduniaan ini aku
masih merasa kehilangan jika tak melihatmu tersenyum di lingkaran luar biasa
itu untuk beberapa pecan ke depan.
Harusnya kita selalu berbaik sangka pada tiap hal
menyakitkan yang bisa jadi terselubungi banyak hikmah. Harusnya kau ingatkan
aku untuk tak lupa menyapamu di setiap pergantian hari. Harusnya kau singgung
aku tentang sms rindu yang tak sempat ku konfirmasi. Ya… seharusnya…^^ tapi
batas kemanusiaan membuatmu memaafkanku atas hak yang tak sempat kutunaikan
karena lalaiku.
Apa kabarmu shalihat?
Semoga pagi ini awal liburanmu tetap terisi full agenda
bermanfaat, meski keahliaanmu masih membantu ibu memotong sayur atau
memboncenginya belanja ke pasar. Atau jika kau mulai sibuk dengan tumpukan
pakaian kotor yang menjadi dinas rutinmu setiap pagi di rumah itu, meski hanya
sekedar mengantarkan adik kecilmu ke sekolah, atau apapun jenis kesibukanmu
kuingin disana terbawa senyum sumbringahmu. Sebagai pertanda putri kecil sang bunda berubah title jadi anak gadis
sholeha yang tak mesti di suruh-suruh baru bergerak.^^(sihhiii… anak gadis
dank^^)
Apa kabarmu adik cantikku?
masih samakah ketukan jemarimu menghitung dzikir pagi petang penguat dzatiyah yang sama-sama kita jadi kan PR besar di liburan kali ini. Apakah pesona sinetron bersambung itu mengalahkan bayangan hadirku dan hadirnya dipenghujung rhobithohmu^^
masih samakah ketukan jemarimu menghitung dzikir pagi petang penguat dzatiyah yang sama-sama kita jadi kan PR besar di liburan kali ini. Apakah pesona sinetron bersambung itu mengalahkan bayangan hadirku dan hadirnya dipenghujung rhobithohmu^^
Masihkan sama banyaknya sujudmu di pendaran perjuangan ini
dengan di tempat nyaman pelukan ayah bunda itu? Bukankah sama-sama kita
diskusikan kemaren tentang perkataan Rasul kita
“ jika kau ingin membantuku, maka perbanyak sujudmu”
semoga ucapan luar
biasa ini makin menggema-gema di telinga dan hati kita, untuk meminimalkan futur
amalan yang makin mengancam kondisi.^^
Apa kabarmu pemilik jiwa yang lembut?
Hari ini, apa yang kau risau kan?
Bukankah harapan mereka berdua kau semakin dewasa dan
tertata, terjaga dan berharga…
Lantas kenapa musti kita bumbui dengan penyakit hati yang
terkadang melampaui batas pikiran pada laporan, tugas, kuliah dan banyak hal
lain yang mustinya ingin didahulukan. Ah… kemaren terpaksa galau
menghitung-hitung terbitnya godaan hati yang belum pantas diperpanjang. Meski realita
terasa membatasi kefitrahan maka terkadang kekerasan pada hati perlu kita
utamakan, dalam kondisi ini^^
Dinda… kuharap kau sedang baik-baik saja, dalam kondisi terjaga,
dalam kondisi bermanfaat. Doakan aku agar selalu membersamaimu dalam hal
baik-baik. Meski banyak hal tak baik yang akan sama2 kita ubah. Seperti janji
kita… sama-sama mempercantik mahkota-mahkota mawar berwarna ini, hingga
peradaban taman yang kita upayakan makin indah dan berharga..^^
WITH LOVE
^_*

Tidak ada komentar:
Posting Komentar