mengharapkan kembali kehadiran itudengan katub yang tak sesempurna bentuk kemarin
karena ini lebih, lebih dari sekedar bangganya sang daun ketika ditetesi lembutnya embun
walau hanya sewaktu, tak sempat bersapa dan mendalam.
namun benar-benar menyapu kerinduan
kerinduan yang terbiasa kunikmati
hingga kulupa ada apa dengan semuanya
menuju mimpi yang begitu indah kupercayai
dengan segala yakin dan keadaan yang mampu mengubah sorot mata hatiku
karena itu juga lebih, lebih dari sekedar setianya tanah pijakan saat kemarau yang setia merindu tetesan hujan
walau hanya sebentar berbentuk gerimis, namun bersapa menggenangi secara tepat. jelas itu rindu
menanyakan pada khayalku... ketika mataku menagih tanda
aku benar- benar melihat, menyaksikan dan menikmati
walau hanya sesaat, tapi segalanya tertinggal dan tersusun tepat di sebuah mimbar indah
berhias kedip-kedip anggukan, disebelahnya ada tanda-tanda pemastian
walau tak setepat lingkaran pelangi yang menjadikan makhluk terpana, menyisakan tanda percaya
tapi lebih dari goresan warna.
kupastikan
kan kuat,
kan kunikmati
karena sudah terbiasa dan akan lebih biasa
suguhan yang terlintas dimimpiku kemarin yang mampu memaksaku,
aku berani, berani selalu begini.
tanpa anggukan,
tapi berbinar diujung gapai yang kerap membayangi...
sederhana tapi menawan...
cukup!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar