Jumat, 03 Februari 2012

boru panggoran (episode 1)


Hampir semua kau penuhi…
mengingatmu dan kerutan dahimu, membuat ku semakin terhutang bergunung-gunung jasa, tak terhitung, versi keakuratan manapun.seperti yang pernah kau lontarkan dulu”itu sudah kewajiban ayah…” namun jauh di perjalanan pikirku merasa ada beban yang menghimpitmu. Hendak ku longgarkan, tapi… kapan? Berapa lama lagi? Haahh aku tak tahu berbuat secepat apa untuk meringankan beban pikiranmu.
Tapi terlalu sadis jika ku biarkan berjalan begitu saja proses pemenuhan kewajibanmu terhadap diri ini… jelas ku pahami, ada perbedaan antara yang terjadi denganmu saat ini dengan apa yang terjadi dengan ku disini… benar…aku berpikir….lelahmu ayah…
… masih sanggupkah tangan kuatku ini menengadah dan membisikkan bait-bait mantra kekurangan ku itu di ujung pembicaraanku  denganmu dihampir setiap malam… akankah kan terulang kata mu itu “ nak… masih adakah sisa kirimanmu” dan sekali lagi aku paham! tapi akankah ku biarkan kaadaan ini seperti ini hingga toga hitam itu terselip rapi di kepalaku. Andai kau memiliki lebih, Kau ingin membelikan segalanya untukku…untuk senyum dan bahagiaku… tapi bukan hal ini saja yang menjadikan aku bahagia memilikimu…banyak dan sangat banyak…. rasa banggaku berbeda dengan mereka… aku bangga atas segala yang ada padamu…atas semua semangatmu. Setidaknya semua masih kumiliki… kau masih ada. Ada sebagai sahabat terdekat yang pernah kumiliki.

malam ini ku ukir debaran cinta seperti puluhan tahun yang lalu…
saat baru sosokku dan ibu yang kau miliki di rumah kecil kita…
indah sekali….

papa… sekali lagi untuk malam ini… menjelang tidurku…
I love you….

Tidak ada komentar:

Posting Komentar