Perjalanan
sejuta rasa ini hampir berakhir, semua telah terasa. Dera jenuh terkadang menyapa
ikhlas, sakit menyapa semangat,
bahkan sempat airmata menyapa
keoptimisan. Namun tetap pada satu pengobat “kebersamaan menyirami segalanya”.
Kita genapkan saja semua itu dengan keyakinan. Karena tak ada juga yang akan tahu persis kelengkapan episode ini, kita kuatkan kebersamaan ini meski semua terasa menghadang. Memulai jika ada yang akan kita mulai, melanjutkan jika ada yang terbengkalai hingga kita selesai dengan senyuman. Bukan tanpa hati, tapi sempurna oleh hati.
HIMAPEFSI… semua kita ada, memaknai arti keberadaan dengan apapun yang kita mampu, dengan semua keterbatasan, dengan semua pertikaian dan perbedaan. Yang penting hanyalah kerja dan kerja, berfikir dan kembali berfikir. Semangat dan semangat lagi! Eits… tersenyumlah sebagai penyempurna ^_^ Sebab Jauh dari semua ini antah berantah yang akan terjadi. Wallahu a’lam
Kita genapkan saja semua itu dengan keyakinan. Karena tak ada juga yang akan tahu persis kelengkapan episode ini, kita kuatkan kebersamaan ini meski semua terasa menghadang. Memulai jika ada yang akan kita mulai, melanjutkan jika ada yang terbengkalai hingga kita selesai dengan senyuman. Bukan tanpa hati, tapi sempurna oleh hati.
HIMAPEFSI… semua kita ada, memaknai arti keberadaan dengan apapun yang kita mampu, dengan semua keterbatasan, dengan semua pertikaian dan perbedaan. Yang penting hanyalah kerja dan kerja, berfikir dan kembali berfikir. Semangat dan semangat lagi! Eits… tersenyumlah sebagai penyempurna ^_^ Sebab Jauh dari semua ini antah berantah yang akan terjadi. Wallahu a’lam
Ketika
siapapun bekerja dengan hati, maka seberat apapun sebuah pekerjaan tidaklah
terlalu berat untuk dirasakan. Dengan memanfaatkan hati sebagai salah satu dan
bukan satu-satunya modal dalam bekerja,
maka ada kecerdasan dalam mensiasati semua pekerjaan yang sedang dihadapi.
dengan demikian kesuksesan dalam bekerja akan mudah dicapai. Pada gilirannya
secara psikis kita tidak terlalu merasakan apa itu stress. Tidak ada istilah
dibodohi atau diperbudak oleh pekerjaan atau amanah. Maka sekali lagi
kuungkapkan padamu kawan… bahwa hati adalah hati.!
Alhamdulillah
acara- acara kita yang luar biasa telah berjalan dengan baik. Sesuai kacamata
keyakinan serta sudut pandang yang mengalami dan menjalani. OF sudah usai, banyak
hikmah yang harus kita jadikan pelajaran
yang baik untuk kedepannya. Untuk acara TIF(Training Instruktur Fisika)
sudah terlaksana dengan baik, meski
sebelumnya banyak kendala, tapi ya… kita syukuri saja. Harapan kami dari kaderisasi
khususnya, agar dengan hadirnya team instruktur ini dapat menjadikan kinerja
HIMAPEFSI Lebih baik dan dapat meningkatkan kualitas SDM HIMAPEFSI. BATRAI 2
juga sudah terlaksana tepat pada tanggal 26-27 November 2011, sungguh telah
tampak jiwa-jiwa ksatria dari teman-teman alumni BATRAI 2, mudah-mudahan tetap
semangat untuk sebuah amanah yang lebih berat ke depannya, jangan gundah oleh
tamparan keadaan. Jangan bersedih karena awal yang tak kunjung bisa dibuat lagi
bahagia karena tak ada yang bisa menentukan penghujung yang indah tanpa sebuah
perjalan sabar yang menjadi jalan terbaiknya. Semangat dan niat itu kita yang
punya kawan. Sekali lagi ini semua untuk sebuah tujuan yang jelas.
Semoga
waktu yang tersisa untuk periode ini dapat menjadi catatan buat kita semua bahwa
masih banyak harapan yang belum terpenuhi, masih ada janji yang akan menagih,
masih banyak kerja yang belum tersentuh, dan iyanya lagi sudah ada adik baru
2011 yang memerlukan sapaan hangat dan rangkulan damai. Ini tugas pemakmuran
negeri HIMAPEFSI buat kita semua. Aku dan kau kita semua bermakna. Salam
semangat kawan!!!
Jiwa-jiwa
manusia ibarat pasukan. Bila saling mengenal menjadi rukun dan bila tidak
saling mengenal timbul perselisihan. (HR. Muslim)
Kebajikan itu sebajik namanya, keramahan seramah
wujudnya, dan kebaikan sebaik rasanya. Orang-orang yang pertama kali akan dapat
merasakan manfaat dari semua itu adalah mereka yang melakukannya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar