kugengam kembali yang tak ada
agar tanda kuat itu mendenyut sisa
semalam berbias... tadi ku sapa...sekarang siapa yang alpa?
berbaris kosong...
aku saja yang tak mengerti murka...
tapi jiwa paham maksud tlah lari
satu-satu...
aku takkan pergi
sebisaku menatap
walau harus membelakangi
aku terpaksa
ini bukan nestapa atau sesal.
merekat, kuat... dan tak akan pernah raib seketikapun
satu, dua bahkan tiga kosong...besok kan ku isi,,,
kau tak yakin sempurna..
anggukanku yang menyempurnakan
kawand...aku kecewa:-(
Kecewa itu hak Hati
BalasHapustapi terkadang meleyapkan iman bahkan kasih sayang...